Mau Tambah AI ke CCTV yang Sudah Ada? Cari Tahu Caranya

Home \ CCTV \ Mau Tambah AI ke CCTV yang Sudah Ada? Cari Tahu Caranya
mau tambah AI ke CCTV yang sudah ada ini caranya

Mau Tambah AI ke CCTV yang Sudah Ada? Cari Tahu Caranya – Banyak perusahaan sudah memiliki CCTV yang terpasang di berbagai area. Kameranya masih berfungsi, rekamannya masih berjalan, tetapi kebutuhan pengawasan mulai berkembang. Misalnya, manajemen ingin mencari orang tertentu dari banyak rekaman, menghitung pengunjung, mengetahui kendaraan yang masuk, atau melihat pola aktivitas di area tertentu.

Kemudian muncul pertanyaan:

Kalau ingin menggunakan AI, apakah semua kamera harus diganti?

Belum tentu. Pada beberapa sistem, CCTV yang sudah ada mungkin masih dapat dimanfaatkan. Namun, hal tersebut bergantung pada jenis kamera, NVR/DVR, VMS, jaringan, serta fungsi AI yang ingin digunakan.

CCTV Sudah Ada, Kenapa Masih Perlu AI?

CCTV biasa pada dasarnya membantu merekam apa yang terjadi. Masalahnya muncul ketika jumlah kamera dan rekaman semakin banyak. Misalnya perusahaan memiliki puluhan kamera. Ketika terjadi kejadian tertentu, operator harus membuka rekaman, mencari waktu yang tepat, memilih kamera, lalu memeriksa video secara manual.

Baca Juga : Pelajari teknologi CCTV AI untuk meningkatkan kemampuan sistem lama

Dengan AI dan video analytics yang sesuai, rekaman dapat menghasilkan informasi yang lebih spesifik.

Contohnya:

  • People Counting untuk menghitung orang.
  • Vehicle Detection untuk mengenali kendaraan.
  • Face Search untuk membantu mencari seseorang berdasarkan wajah.
  • ANPR untuk membaca plat nomor pada sistem yang mendukungnya.
  • Heatmap untuk melihat pola pergerakan.
  • Dwell Time untuk mengetahui berapa lama objek berada di area tertentu.
  • Intrusion Detection untuk memantau area terbatas.

Jadi, tujuannya bukan sekadar membuat CCTV terlihat lebih canggih. AI digunakan ketika ada informasi tertentu yang sulit diperoleh hanya dari rekaman biasa.

Apakah CCTV Lama Harus Diganti?

Tidak selalu. Sebelum mengganti seluruh kamera, sistem yang sudah ada perlu diperiksa terlebih dahulu.

Beberapa hal yang perlu dilihat antara lain:

  • Jenis dan model kamera.
  • NVR atau DVR yang digunakan.
  • VMS atau software pengelola video.
  • Resolusi dan kualitas video.
  • Cara kamera terhubung ke jaringan.
  • Dukungan protokol atau integrasi.
  • Fungsi AI yang ingin digunakan.
  • Kemampuan perangkat untuk menjalankan analytics.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menentukan apakah sistem existing bisa dipertahankan, perlu ditambahkan perangkat tertentu, atau memang ada bagian yang harus diganti. Karena itu, jangan langsung berasumsi bahwa seluruh kamera harus diganti hanya karena ingin menggunakan AI.

Ada Beberapa Cara Menambahkan AI ke CCTV Existing

Implementasinya bisa berbeda tergantung kondisi sistem.

1. Kamera yang Sudah Mendukung AI

Beberapa kamera memang sudah memiliki fitur analytics di dalam perangkatnya. Jika fitur yang dibutuhkan sudah tersedia, pengembangan sistem bisa berfokus pada konfigurasi dan pengaturan sesuai kebutuhan.

Misalnya perusahaan hanya ingin menggunakan:

  • Human Detection.
  • Vehicle Detection.
  • Line Crossing.
  • Intrusion Detection.
  • People Counting.

Namun, fitur yang tersedia tetap harus disesuaikan dengan model kamera dan konfigurasi sistem.

2. CCTV Existing Menjadi Sumber Video

Pada kondisi tertentu, kamera existing dapat menjadi sumber video untuk sistem analytics lain yang kompatibel. Dengan pendekatan ini, pemrosesan AI tidak harus selalu dilakukan langsung oleh kamera.

Secara sederhana:

Kamera → Video → Sistem Analytics → Informasi

Sistem kemudian menganalisis video sesuai kemampuan yang tersedia. Namun, tidak semua kamera dapat langsung digunakan untuk semua jenis analytics. Kompatibilitas perangkat dan software tetap perlu diperiksa.

3. Upgrade Hanya di Area yang Membutuhkan AI

Ini bisa menjadi pilihan ketika perusahaan memiliki banyak kamera, tetapi kebutuhan AI hanya ada di beberapa lokasi. Misalnya sebuah gudang memiliki 50 kamera. Tidak semua kamera harus memiliki fungsi AI.

Manajemen mungkin hanya membutuhkan:

  • AI kendaraan di loading dock.
  • ANPR di pintu masuk.
  • People Counting di area tertentu.
  • Face Search di area akses.
  • Area Monitoring di zona terbatas.

Dengan begitu, pengembangan sistem dapat difokuskan pada area yang memang memiliki kebutuhan.

Tentukan Dulu AI yang Dibutuhkan

Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih kamera AI terlebih dahulu, kemudian mencari tahu akan digunakan untuk apa. Pendekatan yang lebih tepat justru sebaliknya.

Mulai dari pertanyaan:

“Informasi apa yang ingin didapatkan dari CCTV?”

Misalnya:

KebutuhanFungsi yang dapat dipertimbangkan
Mencari seseorang dari rekamanFace Search
Menghitung pengunjungPeople Counting
Mengetahui kendaraan yang masukVehicle Detection / ANPR
Melihat area yang ramaiHeatmap
Mengetahui durasi kendaraan di areaVehicle Dwell Time
Memantau area terbatasIntrusion / Area Monitoring
Mencari rekaman tertentuSmart Search

Dengan pendekatan ini, AI dipilih berdasarkan masalah yang ingin diselesaikan, bukan hanya berdasarkan banyaknya fitur pada kamera.

Contohnya Seperti Apa?

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki CCTV yang sudah terpasang di seluruh area gudang. Sistem tersebut masih digunakan untuk merekam aktivitas sehari-hari. Kemudian manajemen ingin mengetahui berapa lama kendaraan berada di loading dock.

Tidak otomatis berarti semua kamera harus diganti. Tim dapat memeriksa kamera yang mengarah ke loading dock terlebih dahulu. Jika sistem mendukung kebutuhan tersebut, area tersebut dapat dikembangkan dengan analytics yang sesuai untuk membaca kendaraan dan waktu keberadaannya.

Hasilnya dapat digunakan untuk melihat pola seperti:

Kendaraan masuk → berada di loading dock → durasi tercatat → kendaraan keluar

Dari data tersebut, manajemen mendapatkan informasi yang sebelumnya harus diperoleh dengan melihat rekaman secara manual.

Bagaimana Jika CCTV Sudah Berbeda Merek?

Ini juga perlu diperhatikan. Sistem CCTV existing tidak selalu menggunakan satu merek atau satu generasi perangkat. Ada kemungkinan perusahaan memiliki kamera, NVR, atau software dari vendor yang berbeda. Karena itu, kompatibilitas menjadi salah satu hal penting sebelum melakukan upgrade.

Dukungan integrasi, akses video, protokol, kemampuan NVR/VMS, dan fungsi analytics perlu diperiksa berdasarkan perangkat yang digunakan.

Jadi, jangan hanya bertanya:

“Kamera ini bisa AI atau tidak?”

Pertanyaan yang lebih lengkap adalah:

“Apakah sistem CCTV yang sudah ada bisa mendukung AI yang saya butuhkan?”

Tidak Semua Kamera Harus Dibuat AI

AI sebaiknya digunakan pada area yang memang membutuhkan analisis.

Misalnya:

Area parkir membutuhkan ANPR atau vehicle analytics.

Loading dock membutuhkan vehicle detection dan time analytics.

Lobby mungkin membutuhkan people counting atau face search.

Area terbatas mungkin membutuhkan intrusion detection atau integrasi access control.

Baca Juga : CCTV AI vs CCTV Biasa, Apa Bedanya?

Sementara kamera di area yang hanya membutuhkan rekaman sebagai dokumentasi bisa saja tetap menggunakan sistem existing. Dengan pendekatan seperti ini, perusahaan dapat mengembangkan sistem secara bertahap berdasarkan kebutuhan.

Sebelum Upgrade, Cek Sistem CCTV yang Sudah Ada

Kalau ingin menambahkan AI, jangan langsung mulai dari membeli kamera baru.

Mulailah dengan memetakan sistem yang sudah berjalan:

Kamera → NVR/DVR → VMS → Jaringan → Area → Kebutuhan AI

Setelah itu, tentukan bagian mana yang masih dapat digunakan dan bagian mana yang perlu ditambahkan atau di-upgrade. Pendekatan tersebut juga membantu menghindari penggantian perangkat yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan.

PATEKNO Bisa Membantu Memetakan Kebutuhan AI

Setiap sistem CCTV memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, solusi AI tidak bisa ditentukan hanya dari jumlah kamera atau mereknya. PATEKNO dapat membantu mengevaluasi sistem CCTV existing, melihat kebutuhan di setiap area, memeriksa kompatibilitas perangkat, kemudian menentukan pendekatan AI yang sesuai.

Jadi, jika perusahaan sudah memiliki CCTV tetapi ingin mendapatkan lebih banyak informasi dari rekamannya, tidak harus langsung mengganti seluruh sistem.

Mulai dengan memeriksa apa yang sudah dimiliki dan tentukan bagian mana yang memang perlu dikembangkan dengan AI.

Apakah CCTV yang sudah ada bisa ditambahkan fitur AI?

Bisa pada sistem tertentu, tergantung jenis kamera, DVR atau NVR, serta dukungan AI yang tersedia. Karena itu, kompatibilitas perangkat perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan upgrade.

Apakah CCTV analog bisa ditambahkan fitur AI?

Bisa pada konfigurasi tertentu, misalnya melalui DVR atau perangkat tambahan yang mendukung analitik AI. Namun, tidak semua sistem analog memiliki kompatibilitas yang sama, sehingga spesifikasi perangkat perlu diperiksa terlebih dahulu.

Bagaimana menentukan cara upgrade AI yang tepat untuk CCTV lama?

Mulailah dengan mengevaluasi perangkat yang sudah ada dan menentukan fitur AI yang dibutuhkan. Setelah itu, periksa kompatibilitas kamera, DVR atau NVR, serta opsi perangkat tambahan sebelum menentukan apakah sistem cukup di-upgrade atau perlu mengganti sebagian perangkat.

ABOUT THE AUTHOR: Asa Asa

RELATED POSTS

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Amankan Rumah & Bisnis Anda Sekarang

Konsultasikan gratis kebutuhan CCTV Anda bersama tim profesional kami  Cepat dan tanpa ribet.

PAT

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Masih bingung sistem keamanan yang paling pas buat lokasi Anda? Isi form ini, dan langsung ngobrol bareng tim kami di WhatsApp. Tanya-tanya dulu boleh kok, gak harus langsung pasang!

Siap bantu kamu dari awal sampai beres! Isi formnya sekarang, dan rasakan bedanya.

Popup

Butuh CCTV tapi bingung pilih tipe dan jumlah kameranya?

Kami siap bantu Anda!