CCTV Harus Nyala 24 Jam? Ini yang Perlu Anda Ketahui – Banyak orang mengira CCTV harus menyala dan merekam selama 24 jam agar keamanan tetap terjaga. Padahal, CCTV tidak selalu harus merekam sepanjang hari.
Kebutuhan setiap lokasi berbeda. Rumah yang kosong sepanjang hari tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan toko yang ramai atau gudang yang hanya beroperasi pada jam tertentu. Jadi, apakah CCTV sebaiknya merekam 24 jam? Jawabannya tergantung pada area yang ingin dipantau dan tujuan rekamannya.
CCTV Memang Bisa Merekam 24 Jam
Pada sistem CCTV yang mendukung continuous recording, kamera dapat merekam sepanjang waktu selama perangkat mendapatkan daya dan sistem recording berjalan.
Baca Juga : Kenali pilihan CCTV untuk pemantauan 24 jam
Cara ini cocok untuk lokasi yang membutuhkan rekaman lengkap dari awal sampai akhir, misalnya:
- Toko
- Kantor
- Gudang
- Area kasir
- Pintu masuk
- Area parkir
- Rumah yang membutuhkan pemantauan terus-menerus

Keuntungan utamanya adalah Anda tidak perlu khawatir kehilangan momen hanya karena kamera belum mendeteksi gerakan. Misalnya terjadi kejadian pada seseorang yang hanya berdiri diam beberapa saat. Rekaman 24 jam tetap menyimpan kejadian tersebut selama HDD masih memiliki kapasitas.
Tidak Semua CCTV Harus Merekam 24 Jam
Untuk beberapa kondisi, Anda bisa menggunakan motion recording atau recording berdasarkan kejadian tertentu. Pada mode ini, sistem hanya menyimpan rekaman ketika memenuhi kondisi yang sudah ditentukan. Pengaturannya berbeda-beda tergantung perangkat dan fitur yang tersedia.

Cara tersebut dapat membantu menghemat kapasitas penyimpanan dibandingkan continuous recording. Sebagai contoh, kamera di halaman rumah mungkin tidak perlu menyimpan video tanpa aktivitas sepanjang malam. Jika kebutuhan utamanya hanya mengetahui ketika ada orang atau kendaraan masuk ke area tertentu, recording berbasis aktivitas bisa menjadi pilihan.
Namun, Anda tetap perlu memastikan pengaturan tersebut sesuai dengan kebutuhan karena sistem tidak menyimpan semua momen seperti continuous recording.
Apa Bedanya Continuous dan Motion Recording?
| Mode Recording | Cara Kerja | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| Continuous | Merekam sepanjang waktu | Kasir, pintu masuk, toko, area penting |
| Motion | Merekam ketika mendeteksi aktivitas sesuai pengaturan | Rumah, halaman, area dengan aktivitas tidak terus-menerus |
| Event | Merekam berdasarkan kejadian atau aturan tertentu | Area yang membutuhkan pemantauan berdasarkan event |
Pilihan mode recording juga bergantung pada kemampuan kamera dan NVR/DVR yang digunakan. Tidak semua perangkat menyediakan pengaturan dengan cara yang sama.
CCTV bermasalah? Kami perbaiki segera
Kamera mati, gambar buram, atau DVR error? Teknisi kami siap mengecek dan memperbaikinya dengan cepat.
Rekam 24 Jam Membutuhkan Storage Lebih Besar
Semakin lama kamera merekam, semakin banyak pula data video yang tersimpan. Jumlah kamera, resolusi, frame rate, bitrate, codec, dan mode recording ikut menentukan kebutuhan storage. Karena itu, sistem dengan banyak kamera yang merekam 24 jam membutuhkan kapasitas HDD lebih besar dibandingkan sistem yang hanya merekam saat ada aktivitas.

Contohnya, dua sistem dengan jumlah kamera sama belum tentu membutuhkan storage yang sama jika resolusi dan pengaturan videonya berbeda. Jadi, jangan hanya bertanya “HDD berapa TB?”. Perhitungkan juga berapa kamera yang digunakan dan berapa lama rekaman ingin disimpan.
Lebih Baik Rekam 24 Jam atau Saat Ada Gerakan?
Tidak ada satu pengaturan yang paling cocok untuk semua lokasi. Pilih continuous recording jika Anda membutuhkan rekaman lengkap dan tidak ingin melewatkan kejadian yang mungkin terjadi tanpa gerakan yang jelas.
Baca Juga : Apa Itu Event Recording CCTV dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Sementara itu, motion atau event recording bisa menjadi pilihan jika aktivitas di area tersebut tidak berlangsung terus-menerus dan Anda ingin menghemat kapasitas penyimpanan. Untuk area penting seperti kasir atau pintu masuk, continuous recording sering lebih masuk akal karena Anda mungkin membutuhkan urutan kejadian secara lengkap.
Sebaliknya, area tertentu di rumah bisa menggunakan recording berbasis aktivitas jika kebutuhan pemantaunya lebih sederhana.
Perhatikan Pengaturan Sebelum Mengubah Mode Recording
Jangan langsung mengganti recording 24 jam menjadi motion hanya karena ingin menghemat HDD. Periksa dulu area yang ingin dipantau, pola aktivitas, kebutuhan bukti rekaman, kapasitas storage, dan kemampuan NVR/DVR. Pengaturan yang terlihat lebih hemat belum tentu cocok jika justru membuat momen penting tidak tersimpan.
PATEKNO dapat membantu menentukan sistem CCTV dan pengaturan recording sesuai kebutuhan lokasi, mulai dari pemilihan kamera, NVR, storage, hingga konfigurasi sistem. Dengan begitu, Anda tidak perlu sekadar membuat CCTV menyala 24 jam, tetapi bisa menentukan cara merekam yang memang sesuai kebutuhan.
Tidak selalu. CCTV dapat beroperasi sesuai kebutuhan dan pengaturan sistem, misalnya merekam terus-menerus atau menggunakan mode recording tertentu seperti motion atau event recording.
Rekaman 24 jam dapat membantu menyediakan riwayat kejadian secara lebih lengkap, terutama pada area yang membutuhkan pemantauan terus-menerus dan memiliki aktivitas yang sulit diprediksi.
Rekaman 24 jam dapat dipertimbangkan untuk area yang membutuhkan pemantauan dan riwayat kejadian secara menyeluruh. Sementara itu, motion atau event recording dapat dipilih jika kebutuhan utamanya adalah menghemat kapasitas penyimpanan.