7 rekomendasi CCTV Cloud Storage yang Bisa Jadi Pilihan Anda – Tidak semua CCTV harus mengandalkan HDD atau kartu microSD untuk menyimpan rekaman. Saat ini, beberapa kamera sudah menawarkan cloud storage, sehingga rekaman tertentu dapat tersimpan di server cloud dan diakses melalui aplikasi.
Pilihan ini menarik untuk pengguna yang ingin tetap memiliki cadangan rekaman ketika kartu memori rusak atau kamera mengalami masalah. Namun, setiap brand memiliki sistem, perangkat yang kompatibel, dan paket cloud yang berbeda. Berikut beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan.
1. EZVIZ dengan CloudPlay
EZVIZ CloudPlay menjadi salah satu pilihan yang cukup mudah ditemui untuk kebutuhan CCTV cloud.
Baca Juga : Cek pilihan CCTV dengan fitur Cloud Storage
CloudPlay dapat menyimpan video berbasis event dan memungkinkan pengguna melihat rekaman melalui aplikasi EZVIZ. Layanan ini juga menyediakan pilihan periode penyimpanan seperti 7 dan 30 hari, tergantung paket yang digunakan. Pilihan ini cocok untuk pengguna rumah yang ingin mengakses rekaman tanpa hanya mengandalkan microSD.
2. TP-Link Tapo dengan Tapo Care
Kamera TP-Link Tapo menawarkan penyimpanan lokal melalui microSD sekaligus cloud melalui Tapo Care.

Beberapa kamera Tapo yang tersedia di Indonesia mendukung Tapo Care dengan riwayat video cloud hingga 30 hari, tergantung perangkat dan layanan yang digunakan. Pengguna juga dapat mengakses dan mengunduh rekaman melalui aplikasi Tapo. Keuntungannya, pengguna tidak harus memilih antara cloud atau penyimpanan lokal. Keduanya bisa digunakan sesuai kebutuhan.
3. IMOU dengan IMOU Protect
IMOU juga menyediakan layanan cloud melalui IMOU Protect. Layanan tersebut mencakup cloud storage sekaligus beberapa fitur tambahan, tergantung paket yang dipilih.

IMOU menyebutkan bahwa layanannya dapat digunakan untuk satu kamera maupun beberapa kamera, dengan dukungan hingga 15 kamera pada pilihan paket tertentu. Pilihan ini menarik bagi pengguna yang sudah menggunakan beberapa perangkat IMOU dan ingin mengelolanya dalam satu ekosistem.
4. Dahua dengan DMSS Cloud Storage
Untuk pengguna yang sudah menggunakan ekosistem Dahua, DMSS Cloud Storage dapat menjadi opsi penyimpanan tambahan. Dahua menjelaskan bahwa rekaman yang dipicu oleh gerakan dapat disimpan ke cloud melalui DMSS.
Rekaman tersebut tetap dapat diakses melalui aplikasi meskipun kamera mengalami masalah atau kartu microSD rusak. Karena itu, opsi ini lebih menarik untuk pengguna yang memang membutuhkan backup rekaman berbasis cloud dalam ekosistem Dahua.
Amankan rumah dan bisnis Anda sekarang
Konsultasikan gratis kebutuhan CCTV Anda bersama tim profesional kami. Cepat dan tanpa ribet.
5. Hikvision dengan Hik-Connect
Hikvision juga menyediakan layanan cloud storage melalui Hik-Connect untuk perangkat dan layanan yang mendukungnya. Platform ini memungkinkan akses terhadap data yang tersimpan di lokasi cloud dan mendukung akses dari berbagai perangkat.
Hikvision juga menggunakan beberapa lapisan keamanan pada Hik-Connect, termasuk enkripsi untuk koneksi dan data. Namun, jangan langsung menganggap semua kamera Hikvision otomatis mendapatkan cloud storage. Kompatibilitas perangkat dan layanan perlu dicek terlebih dahulu.
6. Reolink Cloud
Reolink menawarkan Reolink Cloud sebagai salah satu pilihan penyimpanan rekaman berbasis cloud. Layanan ini memungkinkan pengguna menyimpan rekaman secara online dan mengaksesnya melalui ekosistem Reolink.

Reolink juga menjelaskan bahwa data pada layanan cloud mereka menggunakan perlindungan enkripsi selama proses penyimpanan dan transmisi. Pilihan ini bisa dipertimbangkan jika Anda ingin menggunakan kamera sekaligus layanan cloud dalam satu ekosistem.
7. Xiaomi Smart Camera dengan Xiaomi Home Secure
Xiaomi juga memiliki layanan Xiaomi Home Secure untuk kamera tertentu yang terhubung dengan aplikasi Xiaomi Home. Layanan ini menggunakan deteksi gerakan untuk menyimpan video ke cloud.
Xiaomi menyediakan pilihan penyimpanan bergulir seperti 7 atau 30 hari pada layanan tertentu, sehingga rekaman lama akan tergantikan oleh rekaman yang lebih baru. Pengguna juga dapat menggabungkan cloud dengan microSD. Jadi, cloud bisa berfungsi sebagai lapisan tambahan ketika Anda tetap ingin memiliki penyimpanan lokal.
Mana CCTV Cloud Storage yang Sebaiknya Dipilih?
Jangan hanya melihat nama brand ketika memilih CCTV cloud storage. Periksa beberapa hal berikut:
| Yang Perlu Dicek | Kenapa Penting? |
|---|---|
| Kompatibilitas | Tidak semua kamera mendukung layanan cloud |
| Lama penyimpanan | Menentukan berapa hari rekaman dapat diakses |
| Jenis rekaman | Sebagian layanan fokus pada event/motion recording |
| Jumlah kamera | Paket tertentu membatasi jumlah perangkat |
| Biaya langganan | Cloud umumnya membutuhkan paket berlangganan |
| Penyimpanan lokal | Berguna sebagai backup tambahan |
| Koneksi internet | Kamera membutuhkan koneksi untuk mengirim rekaman ke cloud |
Baca Juga : Cloud Storage CCTV Bisa Simpan Rekaman? Ini Penjelasannya!
Hal penting lainnya, cloud storage bukan berarti kamera tidak membutuhkan internet. Kamera tetap perlu koneksi yang memadai agar rekaman atau event dapat dikirim ke server cloud. Selain itu, jangan menganggap cloud selalu menggantikan NVR dan HDD. Untuk sistem dengan banyak kamera dan kebutuhan recording 24 jam, penyimpanan lokal masih bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Pilih Berdasarkan Kebutuhan
CCTV cloud storage cocok jika Anda mengutamakan kemudahan akses, backup rekaman, dan penggunaan kamera yang relatif sederhana. Untuk rumah atau toko kecil, kamera dengan cloud dan microSD bisa menjadi kombinasi praktis. Sementara itu, bisnis dengan banyak kamera, kebutuhan recording 24 jam, atau kebutuhan penyimpanan dalam jumlah besar mungkin memerlukan sistem NVR dan HDD yang lebih terencana.
PATEKNO dapat membantu menentukan apakah kebutuhan Anda lebih cocok menggunakan cloud storage, penyimpanan lokal, atau kombinasi keduanya. Pemilihan kamera, storage, jaringan, dan sistem recording sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lokasi agar tidak sekadar membeli fitur yang sebenarnya tidak diperlukan.
CCTV Cloud Storage adalah sistem penyimpanan rekaman kamera secara online pada layanan cloud, sehingga rekaman tertentu dapat diakses melalui aplikasi atau platform yang didukung tanpa hanya mengandalkan penyimpanan lokal.
Bisa, jika kamera dan layanan cloud mendukung akses melalui aplikasi resmi. Pengguna biasanya dapat melihat live view dan mengakses rekaman sesuai fitur serta paket layanan yang digunakan.
Perhatikan kualitas kamera, kapasitas dan biaya cloud, durasi penyimpanan, aplikasi yang digunakan, kebutuhan akses jarak jauh, opsi penyimpanan lokal, serta fitur seperti Human Detection atau Vehicle Detection jika diperlukan.