CCTV Bisa Mendeteksi Penyusup? Begini Cara Kerjanya!

Home \ CCTV \ CCTV Bisa Mendeteksi Penyusup? Begini Cara Kerjanya!
CCTV bisa mendeteksi penyusup begini cara kerjanya

CCTV Bisa Mendeteksi Penyusup? Begini Cara Kerjanya! – Tidak semua area dalam sebuah bangunan boleh dimasuki siapa saja.

Di kantor misalnya, ada ruang server atau ruang penyimpanan yang hanya boleh diakses karyawan tertentu. Di gudang, ada area penyimpanan yang perlu dibatasi. Sementara itu, pada pabrik atau properti, terdapat perimeter yang seharusnya tidak dilewati sembarang orang.

Masalahnya, kamera CCTV biasa memang dapat merekam ketika seseorang masuk ke area tersebut. Namun, bagaimana jika kita ingin sistem langsung mendeteksi ketika seseorang melewati batas yang sudah ditentukan?

Di sinilah fitur AI seperti Intrusion Detection dan Line Crossing dapat digunakan.

Bagaimana CCTV Bisa Mendeteksi Orang yang Masuk Area Terlarang?

Sistem CCTV AI dapat menggunakan area atau garis virtual sebagai batas pemantauan.

Pengelola menentukan terlebih dahulu bagian mana yang ingin diawasi melalui tampilan kamera. Setelah itu, sistem dapat mendeteksi objek yang memasuki area atau melewati garis tersebut sesuai aturan yang sudah dibuat.

Misalnya, terdapat pintu menuju ruang penyimpanan. Petugas dapat menentukan area di sekitar pintu sebagai zona pemantauan. Ketika seseorang masuk ke zona tersebut, sistem dapat memicu event atau peringatan sesuai kemampuan perangkat yang digunakan.

Dengan begitu, petugas tidak harus terus-menerus melihat layar CCTV untuk mengetahui setiap pergerakan yang terjadi.

Apa Itu Intrusion Detection?

Intrusion Detection merupakan fitur yang mendeteksi ketika objek memasuki area yang sudah ditentukan. Area tersebut dapat dibuat sebagai zona virtual pada tampilan kamera.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki area belakang gedung yang tidak boleh dimasuki setelah jam operasional. Pengelola dapat menentukan area tersebut sebagai zona deteksi. Ketika objek masuk ke zona sesuai aturan yang telah dikonfigurasi, sistem dapat memberikan peringatan.

Baca Juga : Baca Juga : Kenali fitur CCTV AI untuk mendeteksi penyusup

Pada perangkat tertentu, target deteksi juga dapat difilter berdasarkan manusia atau kendaraan sehingga sistem tidak selalu memperlakukan setiap objek yang masuk sebagai kejadian yang sama.

Lalu Apa Bedanya dengan Line Crossing?

Line Crossing menggunakan pendekatan yang berbeda. Jika Intrusion Detection bekerja berdasarkan area, Line Crossing menggunakan garis virtual.

Misalnya, terdapat pagar yang tidak boleh dilewati. Pengelola dapat membuat garis virtual pada batas tersebut. Ketika seseorang atau kendaraan melewati garis sesuai arah yang ditentukan, sistem dapat memicu event. Beberapa sistem memungkinkan arah deteksi diatur menjadi dua arah atau hanya satu arah tertentu.

Sederhananya:

FiturCara Kerja
Intrusion DetectionMendeteksi objek yang masuk ke area tertentu
Line CrossingMendeteksi objek yang melewati garis tertentu
Human DetectionMendeteksi keberadaan manusia
Vehicle DetectionMendeteksi keberadaan kendaraan

Jadi, pemilihannya kembali pada bentuk area yang ingin dipantau.

Kapan Lebih Cocok Menggunakan Intrusion Detection?

Intrusion Detection cocok ketika kita ingin menjaga sebuah area tertentu.

Contohnya:

  • area belakang gudang,
  • ruang penyimpanan,
  • area mesin,
  • halaman belakang,
  • zona terbatas di pabrik,
  • area sekitar fasilitas penting,
  • atau bagian tertentu dari properti.

Misalnya ada area kosong di belakang gudang yang seharusnya tidak digunakan untuk akses umum. Daripada hanya mengandalkan rekaman, pengelola dapat menentukan area tersebut sebagai zona deteksi.

Dengan begitu, ketika seseorang masuk ke area tersebut sesuai aturan yang dibuat, sistem dapat menghasilkan event.

Kapan Line Crossing Lebih Berguna?

Line Crossing lebih cocok ketika terdapat batas yang jelas.

Contohnya adalah:

  • pagar,
  • gerbang,
  • pintu masuk,
  • jalur kendaraan,
  • batas antara area umum dan area terbatas.

Misalnya sebuah gudang memiliki pagar di bagian belakang. Jika seseorang melewati pagar tersebut, sistem dapat menggunakan garis virtual sebagai batas deteksi.

Line Crossing juga dapat dikonfigurasi berdasarkan arah tertentu pada perangkat yang mendukungnya. Jadi, sistem tidak sekadar mendeteksi adanya objek, tetapi dapat membedakan arah pergerakannya sesuai konfigurasi.

CCTV Tidak Harus Mendeteksi Semua Gerakan

Ini salah satu alasan mengapa fitur AI cukup berguna untuk area perimeter. Bayangkan sebuah kamera mengarah ke halaman belakang gudang.

Tanpa analitik, kamera akan terus merekam berbagai aktivitas:

  • orang berjalan,
  • kendaraan lewat,
  • bayangan,
  • daun bergerak,
  • hewan,
  • dan perubahan lainnya.

Sistem dengan fitur perimeter protection tertentu dapat menggunakan filter target, misalnya manusia atau kendaraan, sehingga event dapat lebih diarahkan pada objek yang memang ingin dipantau. Beberapa sistem juga menggunakan algoritma untuk mengurangi alarm yang dipicu objek seperti bayangan, daun, atau hewan.

Namun, kemampuan tersebut bergantung pada kamera, NVR, dan teknologi analitik yang digunakan.

Contohnya di Area Gudang

Misalnya sebuah gudang memiliki area belakang yang tidak boleh dimasuki setelah jam tertentu. Kamera dipasang menghadap area tersebut.

Pengelola kemudian membuat zona deteksi pada area yang ingin diamankan. Jika sistem mendukung pengaturan jadwal, deteksi juga dapat diaktifkan pada waktu tertentu. Ketika seseorang masuk ke area tersebut, sistem dapat menghasilkan event sesuai konfigurasi.

Dari sini, petugas dapat menindaklanjuti kejadian berdasarkan informasi yang diterima.

Jadi, CCTV bukan hanya merekam kejadian setelah seseorang masuk, tetapi dapat membantu memberikan peringatan ketika aturan area yang sudah dibuat terpenuhi.

Bisa Dipakai untuk Area Perimeter yang Lebih Luas?

Bisa dipertimbangkan, tetapi desain sistemnya perlu disesuaikan dengan kondisi lokasi. Area perimeter seperti pagar, halaman luas, area belakang bangunan, atau akses kendaraan memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan area indoor.

Kamera perlu memiliki pandangan yang cukup untuk melihat batas yang ingin dipantau. Selain itu, pencahayaan, posisi kamera, jarak objek, dan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi hasil deteksi.

Karena itu, jangan hanya melihat spesifikasi fitur AI.

Cara kamera dipasang sama pentingnya dengan fitur yang tersedia.

Bagaimana Jika Ada Orang yang Hanya Lewat di Dekat Area?

Nah, ini yang perlu diperhatikan ketika menentukan zona atau garis virtual. Jika garis atau area dibuat terlalu dekat dengan jalur orang yang memang diperbolehkan lewat, sistem dapat menghasilkan event yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Baca Juga : Baca Juga : Human Detection pada CCTV: Apa Fungsi dan Cara Kerjanya?

Karena itu, batas deteksi harus dibuat berdasarkan alur pergerakan yang memang ingin diawasi.

Misalnya, jika ada jalur umum di samping pagar, garis virtual sebaiknya tidak ditempatkan sembarangan sehingga setiap orang yang lewat di jalur umum dianggap sebagai pelanggaran. Dengan perencanaan seperti ini, sistem dapat membantu mengurangi event yang tidak relevan.

Apakah CCTV AI Bisa Menjamin Tidak Ada Penyusup?

Tidak. Fitur Intrusion Detection dan Line Crossing merupakan alat bantu deteksi, bukan jaminan bahwa seluruh penyusupan pasti akan terdeteksi.

Hasil deteksi dapat dipengaruhi oleh posisi kamera, kondisi pencahayaan, objek yang tertangkap kamera, pengaturan area, serta kemampuan perangkat. Selain itu, alarm yang muncul tetap membutuhkan tindakan dari petugas atau sistem lain.

CCTV dapat membantu memberi peringatan, tetapi prosedur setelah peringatan muncul tetap menjadi bagian penting dari sistem keamanan.

Jadi, Intrusion Detection atau Line Crossing?

Keduanya bukan fitur yang harus dipilih salah satu untuk semua kondisi. Gunakan Intrusion Detection ketika kebutuhan utamanya adalah memantau sebuah area.

Gunakan Line Crossing ketika kebutuhan utamanya adalah memantau seseorang atau kendaraan yang melewati batas tertentu. Dalam beberapa lokasi, keduanya bahkan dapat digunakan bersama.

Contohnya, sebuah area gudang memiliki pagar luar dan zona terbatas di dekat bangunan. Line Crossing dapat digunakan pada batas pagar, sementara Intrusion Detection dapat digunakan pada area tertentu setelah batas tersebut.

Dengan pendekatan seperti ini, sistem pemantauan dapat dibuat mengikuti kondisi nyata di lokasi.

CCTV AI bisa membantu mendeteksi ketika seseorang masuk ke area yang sudah ditentukan.

Dua fitur yang sering digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah Intrusion Detection dan Line Crossing. Intrusion Detection bekerja berdasarkan area atau zona, sedangkan Line Crossing menggunakan garis virtual sebagai batas deteksi.

Keduanya dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan, seperti gudang, pabrik, kantor, properti, area parkir, hingga perimeter bangunan. Namun, hasil deteksi tetap bergantung pada perangkat, posisi kamera, konfigurasi area, pencahayaan, dan kondisi lingkungan.

Jadi, sebelum memilih CCTV AI, tentukan terlebih dahulu batas mana yang ingin dijaga dan aktivitas apa yang ingin dideteksi. Dari situ, fitur AI yang sesuai bisa ditentukan.

Ingin Mengamankan Area Terbatas dengan CCTV AI?

Jika ada area tertentu yang tidak boleh dimasuki sembarang orang, sistem CCTV dapat dirancang dengan fitur analitik yang menyesuaikan kondisi lokasi.

PATEKNO dapat membantu Anda memahami pilihan teknologi CCTV AI dan menentukan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pemantauan area.

Apakah CCTV bisa mendeteksi penyusup?

Bisa, pada kamera atau sistem CCTV yang mendukung fitur seperti Intrusion Detection, Human Detection, atau analitik keamanan lainnya. Sistem dapat membantu mendeteksi orang yang masuk ke area yang telah ditentukan.

Apakah CCTV AI bisa membedakan penyusup dengan orang yang lewat?

Pada perangkat yang mendukung Human Detection dan aturan analitik tertentu, sistem dapat membantu membedakan manusia dari objek lain. Namun, sistem tidak secara otomatis mengetahui apakah seseorang benar-benar merupakan penyusup tanpa aturan akses atau konteks tambahan.

Apa yang perlu diperhatikan agar CCTV dapat mendeteksi penyusup dengan baik?

Perhatikan posisi dan sudut kamera, area yang ingin diamankan, pencahayaan, jarak deteksi, pengaturan zona, fitur AI yang tersedia, serta kemampuan notifikasi agar sistem sesuai dengan kebutuhan pemantauan.

ABOUT THE AUTHOR: Asa Asa

RELATED POSTS

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Amankan Rumah & Bisnis Anda Sekarang

Konsultasikan gratis kebutuhan CCTV Anda bersama tim profesional kami  Cepat dan tanpa ribet.

Popup

Butuh CCTV tapi bingung pilih tipe dan jumlah kameranya?

Kami siap bantu Anda!