CCTV Bisa Diretas? Ini yang Perlu Anda Waspadai – CCTV sekarang tidak hanya merekam gambar. Banyak sistem sudah terhubung ke jaringan sehingga pemilik bisa melihat kamera dari HP, komputer, atau perangkat lain.
Kemudahan ini memang membantu. Namun, koneksi ke jaringan juga membuat keamanan akses CCTV perlu diperhatikan.
Kalau akun, jaringan, atau perangkat tidak diamankan dengan baik, ada risiko orang yang tidak berwenang mendapatkan akses ke sistem. Karena itu, memasang CCTV saja belum cukup. Sistemnya juga perlu dikonfigurasi dengan benar.
Apakah CCTV Memang Bisa Diretas?
Bisa, terutama jika sistem memiliki akses jaringan atau internet dan pengamanannya lemah.
Risikonya tidak selalu berasal dari kameranya saja. Sistem CCTV biasanya terdiri dari beberapa bagian yang saling terhubung, seperti:
- IP camera
- NVR atau DVR
- Router dan jaringan
- Aplikasi CCTV
- Akun pengguna
- Komputer atau perangkat lain yang digunakan untuk mengakses sistem
Artinya, keamanan CCTV perlu dilihat sebagai satu sistem, bukan hanya kameranya.
Baca Juga : Khawatir sistem CCTV tidak aman? Cek layanan pengecekan CCTV
Untuk sistem yang dapat diakses dari internet, pengamanan koneksi dan kontrol akses menjadi hal penting. Panduan keamanan video surveillance juga merekomendasikan authentication yang kuat dan perlindungan terhadap transmisi data.
1. Password yang Lemah Bisa Menjadi Risiko
Salah satu bagian pertama yang perlu diperiksa adalah password. Jangan menggunakan password yang terlalu mudah ditebak atau tetap menggunakan password bawaan perangkat jika sistem masih menggunakannya.
CISA secara khusus merekomendasikan penghapusan penggunaan default password dan penggunaan password yang kuat serta unik untuk perangkat yang terhubung ke jaringan.
Sebaiknya gunakan password yang:
- Tidak mudah ditebak.
- Berbeda dari password akun lain.
- Tidak menggunakan informasi yang mudah diketahui orang lain.
- Hanya diberikan kepada orang yang memang membutuhkan akses.
2. Terlalu Banyak Orang Memiliki Akses Administrator
Masalah keamanan bukan hanya soal password. Coba periksa siapa saja yang bisa masuk ke sistem CCTV Anda.
Misalnya, sebuah toko memiliki beberapa karyawan yang bisa mengakses CCTV. Apakah semuanya benar-benar membutuhkan akses administrator? Administrator biasanya memiliki hak yang jauh lebih besar dibanding pengguna biasa.
Karena itu, buat akses berdasarkan kebutuhan. Tidak semua orang yang perlu melihat kamera harus memiliki hak untuk mengubah konfigurasi sistem. Prinsip pembatasan akses ini juga direkomendasikan dalam pengelolaan sistem video surveillance.
3. Akses CCTV dari Internet Perlu Diamankan
Banyak orang ingin melihat CCTV dari HP ketika sedang berada di luar rumah atau kantor. Fitur tersebut berguna, tetapi berarti sistem memiliki jalur akses dari luar. Karena itu, remote access perlu dikonfigurasi dengan benar.

Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Akun yang digunakan.
- Password.
- Metode autentikasi.
- Aplikasi yang digunakan.
- Pengaturan jaringan.
- Perangkat yang diizinkan mengakses sistem.
CISA juga merekomendasikan agar perangkat tidak diekspos langsung ke internet jika memang tidak diperlukan dan agar akses jaringan dibatasi pada layanan yang benar-benar dibutuhkan.
4. Jangan Abaikan Update Keamanan
Perangkat CCTV juga menggunakan firmware dan software. Produsen dapat merilis pembaruan untuk memperbaiki bug, meningkatkan kompatibilitas, atau menangani masalah keamanan. Karena itu, perangkat yang sudah lama terpasang sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja tanpa pemeriksaan.
Periksa apakah produsen masih menyediakan update untuk model yang digunakan. Panduan video surveillance ICO juga memasukkan pemeriksaan terhadap software updates, terutama security updates, sebagai bagian dari pengamanan sistem CCTV.
5. Jaringan CCTV Juga Perlu Diperhatikan
IP camera dan NVR berkomunikasi melalui jaringan. Kalau seluruh perangkat berada dalam jaringan yang sama tanpa pengaturan yang tepat, keamanan CCTV tidak bisa hanya mengandalkan password kamera. Untuk instalasi tertentu, jaringan CCTV dapat dirancang dan dipisahkan dari jaringan komputer kantor sesuai kebutuhan.
Tujuannya bukan sekadar membuat konfigurasi terlihat lebih rumit, tetapi membatasi siapa dan perangkat apa yang dapat berkomunikasi dengan sistem CCTV. Kebutuhannya tentu berbeda antara CCTV rumah dengan sistem CCTV di kantor, gudang, pabrik, atau fasilitas yang memiliki banyak perangkat.
6. Rekaman CCTV Juga Harus Diamankan
Keamanan CCTV bukan hanya soal mencegah orang melihat kamera secara live. Rekaman yang sudah tersimpan juga perlu dilindungi. Bayangkan sebuah sistem merekam aktivitas toko selama 24 jam. Jika orang yang tidak berwenang bisa mengakses storage atau mengambil rekamannya, masalahnya bukan lagi sekadar kamera bisa dilihat.
Rekaman tersebut bisa berisi informasi tentang:
- Aktivitas karyawan.
- Pelanggan.
- Kendaraan.
- Area operasional.
- Kejadian keamanan.

Karena itu, akses terhadap rekaman sebaiknya dibatasi hanya kepada pihak yang memang membutuhkan. Untuk sistem yang mendukungnya, enkripsi juga dapat membantu mengurangi risiko akses tidak sah terhadap data video.
7. Perangkat Lama Jangan Dibiarkan Tanpa Evaluasi
CCTV bisa digunakan bertahun-tahun. Masalahnya, perangkat yang sudah lama belum tentu masih mendapatkan dukungan software atau security update dari produsennya.
Kalau sistem sudah berumur cukup lama, coba periksa:
- Apakah firmware masih diperbarui?
- Apakah aplikasi masih mendukung perangkat?
- Apakah akun lama masih aktif?
- Apakah password administrator masih diketahui?
- Apakah remote access masih diperlukan?
- Apakah perangkat masih sesuai dengan kebutuhan keamanan saat ini?
Kalau perangkat sudah tidak mendapatkan dukungan, mungkin sudah waktunya mengevaluasi sistem secara keseluruhan.
8. Jangan Sembarangan Memberikan Akses CCTV
Ada kondisi ketika teknisi atau pihak lain membutuhkan akses ke sistem untuk melakukan pemeriksaan. Berikan akses sesuai kebutuhan dan jangan membagikan password administrator secara sembarangan. Setelah pekerjaan selesai, periksa kembali akun dan akses yang diberikan.
Kalau sistem mendukung pengelolaan beberapa pengguna, lebih baik setiap orang menggunakan akun masing-masing daripada satu akun administrator digunakan bersama-sama. Dengan begitu, pengelolaan akses menjadi lebih mudah.
Apa Tanda CCTV Perlu Diperiksa?
Tidak semua aktivitas yang terlihat berbeda berarti sistem sudah diretas.
Namun, beberapa perubahan yang tidak Anda kenali layak diperiksa, misalnya:
- Ada akun pengguna yang tidak dikenal.
- Pengaturan berubah tanpa diketahui pemilik.
- Ada perangkat atau akses yang tidak seharusnya.
- Remote access tiba-tiba aktif padahal tidak digunakan.
- Konfigurasi jaringan berubah tanpa alasan.
- Aplikasi atau perangkat menunjukkan aktivitas yang tidak biasa.
Baca Juga : Lupa Password NVR/DVR? Ini Cara Mengatasinya!
Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, jangan langsung menghapus konfigurasi atau melakukan reset. Catat perubahan yang terjadi dan periksa akses sistem terlebih dahulu.
Checklist Mengamankan CCTV
Sebelum menganggap sistem CCTV sudah aman, coba periksa beberapa hal berikut:
| Bagian | Yang Perlu Diperiksa |
|---|---|
| Password | Gunakan password kuat dan unik |
| Akun | Hapus/nonaktifkan akun yang tidak diperlukan |
| Hak akses | Berikan akses sesuai kebutuhan |
| Remote access | Pastikan hanya digunakan jika diperlukan |
| Firmware | Periksa security update dari produsen |
| Jaringan | Batasi akses ke perangkat CCTV |
| Rekaman | Batasi siapa yang dapat melihat dan mengambil footage |
| NVR/DVR | Amankan perangkat secara fisik |
| Perangkat lama | Evaluasi dukungan firmware dan software |
| Akses teknisi | Periksa kembali akses setelah pekerjaan selesai |
Checklist ini bukan berarti semua sistem membutuhkan konfigurasi yang sama. Kebutuhan keamanan CCTV rumah, toko, kantor, dan fasilitas industri bisa berbeda.
CCTV Aman Bukan Berarti Tidak Bisa Diretas
Tidak ada sistem yang sebaiknya dianggap aman hanya karena sudah menggunakan password. Yang lebih penting adalah mengurangi titik akses yang tidak diperlukan dan memastikan setiap bagian sistem dikonfigurasi sesuai kebutuhannya.
Mulai dari password, akun pengguna, remote access, jaringan, firmware, sampai penyimpanan rekaman perlu diperhatikan. Kalau CCTV digunakan untuk bisnis atau area yang memiliki banyak kamera, pemeriksaan seperti ini semakin penting karena jumlah perangkat dan pengguna biasanya lebih banyak.
Perlu Mengecek Keamanan Sistem CCTV Anda?
Kalau sistem CCTV sudah terpasang tetapi Anda tidak yakin siapa saja yang memiliki akses, bagaimana remote access dikonfigurasi, atau apakah perangkat masih mendapatkan dukungan keamanan, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
PATEKNO dapat membantu mengevaluasi sistem CCTV dari sisi perangkat, jaringan, konfigurasi, dan kebutuhan aksesnya sehingga sistem tidak hanya berfungsi untuk merekam, tetapi juga lebih terkelola dari sisi keamanan.
Bisa. CCTV yang terhubung ke jaringan dapat menghadapi risiko akses tidak sah, terutama jika keamanan akun, perangkat, atau jaringan kurang diperhatikan.
Koneksi internet dapat membuka akses dari luar jaringan sehingga pengamanannya perlu diperhatikan. Namun, tingkat risikonya juga bergantung pada konfigurasi perangkat, akun, jaringan, dan sistem keamanan yang digunakan.
Tidak ada sistem yang dapat dianggap sepenuhnya bebas dari risiko. Namun, penggunaan password kuat, firmware terbaru, aplikasi resmi, akses terbatas, dan konfigurasi jaringan yang aman dapat membantu mengurangi risiko akses tidak sah.