CCTV AI untuk ATM: Apa yang Bisa Dideteksi? – Area ATM membutuhkan pengawasan yang konsisten, terutama karena aktivitas di sekitarnya dapat berlangsung tanpa kehadiran petugas secara langsung. Kamera CCTV membantu merekam kondisi area, tetapi ketika jumlah rekaman semakin banyak, petugas bisa kesulitan menemukan aktivitas tertentu secara manual.
Di sinilah CCTV AI untuk ATM dapat membantu.
Berbeda dari CCTV yang hanya berfungsi sebagai alat perekam, CCTV dengan analitik AI dapat mengenali objek atau aktivitas tertentu sesuai kemampuan perangkat dan konfigurasi yang digunakan. Dengan begitu, sistem dapat membantu petugas memusatkan perhatian pada kejadian yang memang perlu diperiksa.
Kenapa Area ATM Membutuhkan Pengawasan Lebih?
ATM biasanya ditempatkan di area yang dapat diakses nasabah tanpa harus masuk ke ruang utama bank. Lokasinya juga bisa berada di area yang berbeda, seperti:
- Lobby atau area depan kantor cabang
- Area ATM khusus
- Pusat perbelanjaan
- Gedung perkantoran
- Area publik
- Lokasi yang beroperasi di luar jam kantor
Kondisi tersebut membuat pengawasan tidak selalu bisa dilakukan secara langsung oleh petugas.
Baca Juga : Lihat teknologi CCTV AI Analytics untuk keamanan fasilitas
CCTV konvensional tetap dapat merekam aktivitas. Namun, ketika terjadi suatu kejadian, petugas perlu membuka dan mencari rekaman untuk menemukan momen yang relevan.
CCTV AI mengubah pendekatan tersebut dari sekadar merekam menjadi membantu menganalisis aktivitas yang tertangkap kamera.
Apa yang Bisa Dideteksi CCTV AI di Area ATM?
Kemampuan deteksi bergantung pada kamera, NVR, software, dan fitur analitik yang tersedia. Karena itu, tidak semua sistem CCTV AI memiliki kemampuan yang sama.
Beberapa fitur yang dapat dipertimbangkan untuk area ATM antara lain berikut.
1. Human Detection
Aktivitas utama di sekitar ATM tentu melibatkan manusia.
Human Detection memungkinkan sistem mengenali objek manusia yang tertangkap kamera. Kemampuan ini dapat membantu membedakan manusia dari objek bergerak lainnya yang mungkin tertangkap kamera.
Misalnya, kamera mengarah ke area depan ATM. Ketika seseorang masuk ke area pantauan, sistem dapat mengenali keberadaan manusia berdasarkan konfigurasi yang tersedia. Fitur ini menjadi lebih berguna ketika dikombinasikan dengan aturan atau analitik lain sesuai kebutuhan lokasi.
2. Intrusion Detection
Tidak semua bagian di sekitar fasilitas ATM boleh dimasuki.
Misalnya, terdapat area belakang mesin, ruang teknis, atau zona tertentu yang hanya boleh diakses oleh petugas berwenang. Dengan Intrusion Detection, pengelola dapat menentukan area virtual pada gambar kamera. Sistem kemudian dapat mendeteksi objek yang memasuki area tersebut sesuai konfigurasi.
Dengan demikian, pengawasan dapat difokuskan pada zona tertentu, bukan hanya mengandalkan deteksi gerakan di seluruh gambar.
3. Line Crossing
Selain area, pengelola juga dapat menentukan garis virtual untuk memantau pergerakan tertentu.
Fitur Line Crossing dapat digunakan untuk mendeteksi ketika objek melintasi garis yang telah ditentukan sesuai aturan sistem.
Contohnya, garis virtual dapat ditempatkan pada:
- Akses menuju area ATM
- Jalur menuju area belakang ATM
- Batas area yang tidak boleh dilewati
- Jalur tertentu di sekitar ruang ATM
Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada posisi kamera dan arah pergerakan objek.
4. Loitering Detection
Area ATM terkadang membutuhkan perhatian terhadap orang yang berada di suatu area dalam durasi tertentu.
Jika perangkat mendukung Loitering Detection, sistem dapat dikonfigurasi untuk mendeteksi keberadaan objek yang berada terlalu lama di area tertentu berdasarkan parameter yang ditetapkan. Fitur ini bukan berarti sistem otomatis menyimpulkan seseorang melakukan tindakan kriminal.

Sebaliknya, sistem membantu memberikan indikasi aktivitas yang memenuhi kondisi tertentu, sehingga petugas dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Vehicle Detection
Jika ATM berada di area yang memiliki akses kendaraan, Vehicle Detection juga dapat menjadi fitur yang relevan. Sistem dapat mengenali objek kendaraan yang masuk ke area pantauan sesuai kemampuan perangkat.
Contohnya:
- ATM drive-through
- Area ATM dengan parkiran
- ATM yang berada di area komersial
- Jalur kendaraan di sekitar kantor cabang
Untuk ATM yang berada di dalam ruangan dan tidak berhubungan dengan kendaraan, fitur ini tentu tidak menjadi prioritas.
6. Smart Search
CCTV AI juga dapat membantu ketika petugas perlu mencari kejadian yang sudah terjadi.
Bayangkan terdapat rekaman dari beberapa kamera selama beberapa hari. Mencari seseorang atau kendaraan secara manual dari seluruh rekaman tentu membutuhkan waktu. Jika sistem mendukung Smart Search, petugas dapat menggunakan kemampuan pencarian berdasarkan objek atau karakteristik yang didukung perangkat untuk mempersempit rekaman yang perlu diperiksa.
Jadi, manfaat AI bukan hanya pada saat sistem memberikan event, tetapi juga pada tahap investigasi setelah kejadian.
Contoh Penerapan CCTV AI di Area ATM
Setiap lokasi ATM memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, fitur AI sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing area.
| Area | Kebutuhan | Fitur yang Dapat Dipertimbangkan |
|---|---|---|
| Depan ATM | Memantau keberadaan orang | Human Detection |
| Akses ATM | Memantau pergerakan | Line Crossing |
| Area teknis | Membatasi akses | Intrusion Detection |
| Area ATM 24 jam | Memantau keberadaan terlalu lama | Loitering Detection |
| Parkiran ATM | Memantau kendaraan | Vehicle Detection |
| Investigasi kejadian | Mempercepat pencarian rekaman | Smart Search |
Dengan pendekatan seperti ini, pengelola tidak perlu memaksakan semua fitur AI pada setiap kamera.
CCTV AI Tidak Bisa Menentukan Seseorang “Mencurigakan”
Ini hal yang penting ketika membahas CCTV AI untuk perbankan.
AI pada CCTV bekerja berdasarkan objek atau pola aktivitas yang dapat dianalisis oleh sistem. Misalnya, sistem dapat mengenali manusia, kendaraan, objek yang memasuki area tertentu, atau objek yang berada di suatu area selama periode tertentu.
Namun, sistem tidak seharusnya dianggap mampu menentukan bahwa seseorang pasti melakukan tindak kejahatan hanya berdasarkan rekaman CCTV. Karena itu, event dari CCTV AI tetap membutuhkan verifikasi dan keputusan petugas.

Contohnya:
Sistem mendeteksi orang memasuki area terbatas
↓
Event muncul pada sistem
↓
Petugas memeriksa rekaman/live view
↓
Petugas menentukan tindakan sesuai SOP
Dengan alur tersebut, AI berfungsi sebagai alat bantu pengawasan.
Posisi Kamera Sangat Menentukan
Memilih kamera dengan banyak fitur AI belum tentu menghasilkan sistem pengawasan yang efektif. Sudut kamera, ketinggian pemasangan, jarak objek, pencahayaan, dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi hasil analitik.
Contohnya, kamera yang dipasang terlalu jauh dari ATM mungkin menghasilkan objek manusia yang terlalu kecil untuk analitik tertentu. Sebaliknya, sudut kamera yang terlalu sempit dapat membuat area penting berada di luar frame.
Karena itu, penempatan kamera harus direncanakan bersama kebutuhan analitiknya.
Untuk area ATM, pengelola sebaiknya menentukan terlebih dahulu:
- Area mana yang harus terlihat kamera
- Jalur masuk dan keluar
- Area yang tidak boleh dimasuki
- Kondisi pencahayaan siang dan malam
- Posisi mesin ATM terhadap kamera
- Berapa lama rekaman perlu disimpan
- Siapa yang akan menerima dan menindaklanjuti event
Apakah Semua ATM Membutuhkan CCTV AI?
Belum tentu. Jika kebutuhan hanya berupa pemantauan dan perekaman dasar, CCTV konvensional mungkin sudah memenuhi kebutuhan.
Sebaliknya, CCTV AI mulai menarik dipertimbangkan ketika pengelola membutuhkan pengawasan yang lebih terarah, terutama pada lokasi dengan:
- Banyak aktivitas orang
- Beberapa area ATM yang harus dipantau
- Area terbatas di sekitar mesin
- Aktivitas 24 jam
- Banyak rekaman yang perlu ditelusuri
- Kebutuhan deteksi berdasarkan area atau objek tertentu
Dengan begitu, keputusan penggunaan CCTV AI sebaiknya dimulai dari kebutuhan keamanan dan operasional, bukan dari jumlah fitur yang tersedia pada kamera.
CCTV AI untuk ATM dapat membantu meningkatkan kemampuan pengawasan dengan menganalisis objek dan aktivitas tertentu. Fitur seperti Human Detection, Intrusion Detection, Line Crossing, Loitering Detection, Vehicle Detection, dan Smart Search dapat digunakan sesuai kebutuhan lokasi.
Baca Juga : Fitur CCTV AI Analytics yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli
Namun, tidak semua fitur harus digunakan pada setiap ATM. Hasil yang optimal tetap bergantung pada perencanaan titik kamera, kondisi lokasi, kemampuan perangkat, konfigurasi analitik, dan prosedur petugas.
Dengan pendekatan tersebut, CCTV AI bukan sekadar kamera yang merekam aktivitas di sekitar ATM, tetapi menjadi bagian dari sistem pengawasan yang membantu petugas menemukan dan menindaklanjuti kejadian yang relevan.
Butuh CCTV AI untuk Area ATM?
Setiap lokasi ATM memiliki kondisi dan kebutuhan pengawasan yang berbeda. Karena itu, rancangan CCTV sebaiknya disesuaikan dengan area, aktivitas, tingkat akses, dan kebutuhan monitoring.
PATEKNO dapat membantu merancang kebutuhan CCTV AI untuk area ATM dan fasilitas perbankan sesuai kondisi proyek Anda. Konsultasikan kebutuhan sistemnya dengan tim PATEKNO.
CCTV AI dapat membantu memantau aktivitas di sekitar ATM dengan menganalisis objek atau kejadian tertentu. Dengan fitur yang sesuai, sistem dapat membantu meningkatkan pemantauan tanpa mengandalkan pengawasan manual sepanjang waktu.
CCTV AI dapat membantu mendeteksi pola atau kondisi tertentu yang telah didukung perangkat, tetapi tidak secara otomatis dapat menentukan bahwa suatu aktivitas merupakan tindakan kriminal. Hasil analitik sebaiknya digunakan sebagai informasi untuk membantu pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Pertimbangkan Human Detection, Intrusion Detection, Loitering Detection, Line Crossing Detection, Face Detection, serta kemampuan night vision jika diperlukan. Selain itu, perhatikan resolusi, sudut pandang, penyimpanan, kondisi pencahayaan, dan posisi kamera agar area ATM dapat dipantau sesuai kebutuhan.